ANALISIS untuk dibahas lebih lanjut penulis mencoba membatasi masalah

ANALISIS FATWA BOM BUNUH DIRI MENURUT MUI

Oleh :

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Fahrul Rozi Ishak

A.           
PENDAHULUAN

Karakter jihad
mempunyai beragam bentuk. Menurut Amrozi, macam-macam jihad antara lain,
menyuruh pada kebaikan, melarang berbuat keburukan, jujur atau tidak
berbohong,dan juga tidak menyukai perbuatan nifak, seperti dalam hadist nabi
bersabda : Jihad ada 4 macam , yaitu amar ma’ruf, nahi munkar, jujur dalam
kesabaran dan membenci kemunafikan.1

Mencuatnya
istilah jihad dipermukaan, yaitu terjadi aksi peledakan bom bunuh diri dipusat
hiburan kawasan legian, kuta, bali pada tanggal 12 oktober 2002. Istilah jihad
mencuat kembali dengan peristiwa bom bali tersebut. Istilah ini selalu
didengung-dengungkan oleh amrozi, Ali Gufron, dan Imam samudera. Baik pada saat
mereka didalam sel tahanan atau penjara, maupun didepan pengadilan. Kata-kata
yang keluar dari mulut ketiga orang tersebut, selain kata jihad juga pekik
kalimat takbir Allahu Akbar secara berulang-ulang dengan semangat dan penuh
keyakinan.2

Seruan untuk
berjihad itu dikaitkan dengan terorisme, pengorbanan diri (bom bunuh diri), dan
kekerasan atas nama agama. Namun gagasan mengenai jihad dalam tradisi islam
tidak dapat direduksi menjadi tindakan-tindakan seperti itu. Hal ini
dikarenakan banyak orang muslim yang justru mengutuk tindakan mereka
berdasarkan tradisi islam dan apa yang mereka lakukan tidak ada hubungannya
dengan persyaratan jihad yang lebih luas. Perjuangan dijalan Allah.3

Jihad adalah
tema yang sangat unik dan sangat menarik untuk diteliti dan dikaji,
permasalahan jihad selalu menuai kontroversi dan tidak kunjung usai.

Kasus tersebut mendapatkan perhatian yang besar di Indonesia terutama
lembaga Fatwa yaitu Majlis Ulama Indonesia menfatwakan bahwa hukum teroris dan
bom bunuh adalah haram. Menarik untuk dibahas lebih lanjut penulis mencoba
membatasi masalah tersebut dengan pertanyaan masalah. 1) Bagaimana Metode
Istinbath Ahkam MUI mengenai bom bunuh diri?, dan 2) Bagaimana Komentar Penulis
terhadap Fatwa MUI mengenai bom bunuh diri?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.            
PEMBAHASAN

a.            
Istinbath Ahkam MUI Mengenai Bom Bunuh Diri

No.3 Tahun 2004
tentang terorisme adalah sebagaimana uraian diatas bahwa MUI mencari pembenaran
dahulu dalam teks kitab suci al-Qur’an dan sunnah. Secara urut akan penulis
uraikan di bawah ini :

???????? ??????? ????????? ???????????? ??????? ??????????? ???????????? ???
????????? ???????? ????
??????????? ????
??????????? ????
????????? ??????????? ?????????????? ????
??????? ????
????????? ????
????????????????? ?????? ?????? ???
?????????? ?
???????? ???
?????????? ??????? ???????

Artinya: ”
Sesungguhnya pembalasn terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasuln-Nya
dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah mereka di bunuh atau di saib, atau di
potong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negri
(tempat tinggalnya). Yang demikian itu (seagai) suatu penghinaan untuk mereka
di dunia dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar”(QS.al-Maidah: 33)

QS.Al-Hajj : 39-40;

???? ?????????? ???????????? ??????????? ???????? ?
??????? ??????? ?????? ?????????? ????????? 39  ????????? ?????????? ????
??????????? ???????? ????? ?????? ????
????????? ???????? ??????? ?
????????? ?????? ??????? ???????? ?????????? ???????? ??????????? ????????? ???????? ??????????? ??????????? ???????? ?????? ????? ??????? ???????? ?
??????????????? ??????? ????
?????????? ?
????? ??????? ????????? ???????

Artinya: “Telah diizinkan
(berperang) bagi orang-orang yang diperangi, Karena Sesungguhnya mereka Telah
dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka
itu.39.  (yaitu) orang-orang yang Telah
diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali Karena
mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. dan sekiranya Allah
tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah
Telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumahrumah ibadat orang
Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya
Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Q.S. AL HAJJ : 39-40)

QS.Al-Anfal :60

??????????? ?????? ???
????????????? ????
??????? ?????? ??????? ????????? ??????????? ????
??????? ??????? ????????????? ?????????? ????
????????? ???
??????????????? ??????? ???????????? ?
????? ?????????? ????
?????? ???
??????? ??????? ??????? ?????????? ?????????? ???
???????????

Artinya: Dan siapkanlah
untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda
yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan
musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak
mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.

QS An-Nisa’ : 29 -30

??? ???????? ????????? ??????? ???
?????????? ????????????? ?????????? ???????????? ?????? ????
??????? ????????? ????
??????? ???????? ?
????? ?????????? ???????????? ?
????? ??????? ????? ?????? ???????? 29 ?????? ???????? ??????? ?????????? ????????? ???????? ????????? ?????? ?
??????? ??????? ????? ??????? ????????30

Artinya : “Janganlah kamu
membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.(29) Dan
barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Maka kami kelak
akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah(30).”

QS. Al-Maidah : 32

???? ?????? ??????? ????????? ?????? ????? ???????????? ??????? ????
?????? ??????? ???????? ?????? ????
??????? ???
????????? ???????????? ?????? ???????? ???????? ?????? ?????????? ???????????? ??????? ???????? ???????? ?
???????? ??????????? ????????? ??????????????? ????? ????? ???????? ???????? ?????? ??????? ???
????????? ?????????????

Artinya: “Oleh karena itu
Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh
seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan
karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh
manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,
maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan
sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa)
keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu
sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.”

QS Al-Baqarah : 195

????????????
??? ??????? ??????? ????? ???????? ????????????? ????? ????????????? ?
???????????? ?
????? ??????? ??????? ??????????????

Artinya: Dan
belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan
dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

MUI juga mengutip
beberapa hadis sebagai berikut:

??? ??????? ?????????? ????
????????? ?????????

Artinya: tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti
muslim lainnya (HR Abu Dawud).4

???? ????? ?????????? ??
???? ???????? ????? ?
?????: ???
???????? ?????????? ????? ???????? ????????????? ????????? ???
??????? ??????? ???????????? ???????? ???
??????? ???????? ???
???????? ????
????????. ??????? ?
????

Artinya: Dari Abu Hurairah RA iaberkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengacungkan senjata tajam kepada
saudaranya, maka para malaikat melaknatnya hingga menghentikannya, meskipun dia
itusaudara seayah seibu (saudara kandungnya)”. (HR.Muslim).5

 

Dua hadis tersebut melarang keras terhadap tindakan menakut-nakuti
orang lain dan hadis berikutnya mengenai ancaman terhadap pelaku bunuh diri.
MUI juga mengutip kaidah fiqhiyah yang berbunyi: 

??????????? ????????? ????????? ???????? ????????? ?????????

“Dharar yang
bersifat khusus harus ditanggung untuk menghindarkan dharar yang bersifat umum
(lebihluas)

??????? ????????? ??????????????????? ????????? ???? ??????????

“Lawannya, jika bertabrakan dua mafsadat,Pilihlah mafsadat
yang paling ringan”

Sebagaimana Prof. Jaih Mubarak dalam bukunya menjelaskan bahwa teroris itu
sama halnya dengan perbuatan hirabah “Orang yang mengangkat senjata melawan
orang banyak dan menakut
nakuti mereka
(menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat)6

Lebih diperingkas
dengan pendapat Jaih Mubaroq , selain dalil-dalil Al-Qur’an maka dalil yang
digunakan MUI adalah hadist Nabi SAW tentang cegahan menakut-nakuti orang
muslim lainnya (riwayat Abu Dawud); cegahan mengacungkan senjata tajam kepada
sesama muslim (riwayat Muslim); cegahan melakukan bunuh diri (riwayat Bukhari
dan Muslim) dan kaidah fikih tentang perintah untuk menghindari kerusakan
(dharar).7 Setelah MUI menemukan dasar dalam teks baik itu
ayat-ayat Al- Qur’an, hadist maupun kaidahf iqhiyah maka sesuai dengan yang di
sosialisasikan dalam berbagai media bahwa fatwa tersebut adalah sebagai hasil keputusan
Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia dan dengani tupenulis berpendapat, bila
terdapat Ijtima’ maka putusan tersebut sudah sebagai keputusan dari kesepakatan
bersama dari Ulama Komisi Fatwa MUI pada saat membahas fatwa tentang terorisme tersebut.

b.            
Kometar Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 03 Tahun
2004 Tentang Terorisme

mengatakan bahwa
hukum bom bunuh diri hukumnya haram karena merupakan salah satu bentuk tindakan
keputusasaan (al ya’su) dan mencelakakan diri sendiri (ihlak an-nafs),
baik dilakukan di daerah damai (dar al-shulh/daral-salam/ dar al-da’wah)
maupun di daerah perang (dar al-harb).8

Pernyataan atau fatwa yang dikeluarkan oleh
MUI tersebut sebenarnya bertentangan dengan nash-nash Al-Quran sebagaimana
al-Quran surat At-Taubah Ayat 111

 ????? ??????? ????????? ???? ?????????????? ???????????? ??????????????? ??????? ?????? ?????????? ? ???????????? ??? ??????? ??????? ????????????? ????????????? ? ??????? ???????? ?????? ??? ???????????? ?????????????? ???????????? ? ?????? ???????? ?????????? ???? ??????? ? ??????????????? ???????????? ??????? ??????????? ???? ? ????????? ???? ????????? ??????????

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta
mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah;
lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah
di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya
(selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu
lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Mengenai ayat diatas al-Qurtubi menjelas bahwa Allah swt akan menggantikan
pengorbanan yang dilakukan oleh hamba-Nya, baik pengorbanan harta benda maupun
pengorbanan nyawa dengan balasan surga. Pengorbanan diatas tersebut harus
berdasar niat.9

Sebagaimana kaidah fiqih menjelaskan mengenai niat:

?????? ????????

Segala perkara tergantung
pada niatnya

Kaidah diatas
memberikan pengertian bahwa setiap amal perbuatan, baik berupa perkataan maupun
perbuatan diukur melalui niat orang yang melakukan. Dalam perbuatan ibadah,
yaitu amal perbuatan dalam hubungannya dengan Allah (Hablum minallah), niat
(karena dan untuk Allah) adalah merupakan rukun, sehingga menentukan sah atau
tidaknya sesuatu amal. Sedangkan dalam perbuatan yang ada hubungannya dengan
sesama makhluk (Hablum minan nas) seperti muamalah, munakahah, jinayah dan
sebagainya. Niat adalah merupakan penentu apakah perbuatan-perbuatan tersebut
mempunyai nilai ibadah, sehingga merupakan perbuatan mendekatkan diri kepada
Allah atau bukan ibadah.

Sedangkan menurut
Nawaf Hayl, ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa untuk menebus surga
adalah dengan menyerahkan nafs (jiwa), dan ini dapat dilakukan dengan
aksi bom bunuh diri. Karena bagi seorang Mujahid hanya ada dua kemungkinan,
pulang dengan selamat atau dia mati di medan perang, dan bagi pelaku bom bunuh
diri adalah dia akan mati.10

Dalam al-Quran surat at-Tubah ayat 5 allah berfirman:

??? ????????? ??????????? ????????? ??????????? ?????????????? ?????? ??????????????? ??????????? ?????????????? ??????????? ?????? ????? ???????? ? ?????? ??????? ??????????? ?????????? ???????? ?????????? ????????? ??????????? ? ????? ??????? ??????? ???????

Apabila sudah habis bulan-bulan
Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka,
dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka danintailah ditempat pengintaian. Jika mereka
bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada
mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Quraish Shihab menjelaskan mengenai Ayat
tersebut dalam tafsir al-misbah:

 “Apabila masa perlindungan selama empat bulan itu
telah habis, maka perangilah orang-orang musyrik yang melanggar perjanjian di
mana pun berada. Tangkaplah mereka dengan kekerasan. Kepunglah mereka dari segala
penjuru. Intailah mereka di semua tempat. Apabila mereka telah bertobat dari kekufuran
dan berpegang teguh kepada hukum-hukum Islam dengan mengerjakan salat dan menunaikan
zakat, berikanlah kebebasan kepada mereka, karena mereka telah masuk dalam
agama Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas orang yang bertobat, dan Maha
Penyayang pada hamba-hamba-Nya.”11

Dalam sebuah hadist Muhamad SAW riwayat Muslim
tentang kisah ashab al-ukhdud penulis
dapati kisah yang cocok dengan bahasan kali ini, berikut ini sebagian kutipan dari
kisah panjang tersebut:

???? ????? ??? ??? ?????? ??? ???? ?? ???? ?? ??? ??? ?? ??? ???? ????? ?? ???? ???? ??????? ??? ??? ?? ?? ???? ?? ?????? ?? ?? ????? ?? ??? ????? ?? ?? ???? ???? ?? ?????? ?? ????? ???? ??? ???? ??? ?????? ???? ????? ?? ???? ???? ????? ??? ??? ?? ??? ???? ?? ?????? ?? ??? ????? ?? ??? ????? ?? ??? ???? ???? ?? ?????? ?? ???? ???? ????? ?? ???? ???? ??? ?? ???? ?? ???? ????? ???? ???? ????? ???? ??? ?????? ???? ??? ?????? ???? ??? ?????? ???? ????? ???? ?? ????? ?? ??? ???? ?? ????? ??? ?? ???? ?? ??? ?????12

“Kemudian pemuda itu berkata kepada raja “Engkau tak kan dapat membunuhku
kecuali jika engkau menurut perintahku maka dengan itu engkau akan dapat membunuhku”
Raja bertanya: “Apakah perintahmu?” Jawabpemuda: “Kau kumpulkan semua orang di
suatu lapangan, lalu engkau gantung aku di atas tiang, lalu kau ambil anak panah
milikku ini dan kau letakkan di busur panah dan membaca: Bismillahi Rabbil ghulaam
(Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini), kemudian anda lepaskan anak panah itu,
maka dengan itu anda dapat membunuhku”. Maka semua usul pemuda itu dilaksanakan
oleh raja, dan ketika anak panah telah mengenai pelipis pemuda itu ia mengusap dengan
tangannya dan langsung mati, maka semua orang yang hadirberkata: “Aamannaa birrabil
ghulaam (Kami beriman kepada Tuhannya pemuda itu)”. Sesudah itu ada orang
mendatangi raja dan berkata: “tidakkah anda melihatapa yang anda takutkan? Demi
Allah, ketakutan anda telah datang; orang-orang sudah beriman”.

 

Dalam riwayat di atas, seorang pemuda
sultan/raja untuk membunuhnya. Hal ini adalah peristiwa bunuh diri, namun bukan
bunuh diri yang timbul karena keputusasaan atau hal-hal rendah lainnya, tetapi bunuh
diri yang dimotivasi oleh keinginan menyadarkan seorang raja angkuh dan seluruh
rakyatnya akan kebenaran islam. Kematian satu pemuda muslim tadi ternyata mampu
menggugah masyarakat  banyak sehingga mereka
masuk islam. Dalam hadist tersebut, Nabi Muhammad memberikan pujian bagi pengorbanan
pemuda syahid tersebut meskipun dia bisa dibilang bunuh diri.

Hukum boleh yang dilakukan oleh yang
bunuh diri pada dasarnya hukum asal yang diperuntukkan bagi keadaan-keadaan perang
yang korbannya dan untung ruginya telah diperhitungkan akan menguntungkan pihak
islam. Dalam beberapa kasus mengenai bom bunuh diri secara khusus, bom bunuh diri
dapat saja haram hukumnya, semisal bilamana dilakukan di tempat-tempat yang
justeru akan menimbulkan lebih banyak korban muslim, atau dilakukan dengan melampaui
batas sehingga mencoreng citra dan harkat martabat islam yang konsekuensinya akan
fatal terhadap perjuangan dakwah secara umum serta berpotensi terjadinya balasan
yang lebih besar di tempat-tempat minoritas muslim yang tidak dapat kita bantu.

 

C.            
PENUTUP

a.            
Kesimpulan

MUI dalam
mengistinbathkan hukum bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits Setelah
menguraikan metode istinbath hukum MUI diatas maka dapat disampaikan bahwa MUI
adalah salah satu lembaga agama islam di indonesia yang mempunyai peranan luhur
sebagai pengayom bagi umat Islam Indonesia terutama di dalam memecahkan dan
menjawab seluruh persoalan sosial-keagamaan dan kebangsaan yang timbul di
tengah-tengah masyarakat. Jawaban yang diberikan oleh MUI adalah fatwa yang
dikeluarkan melalui Komisi Fatwa MUI secara kolektif, baik di tingkat pusat
maupun provinsi dan kabupaten/kota. Penetapan fatwa MUI didasarkan sumber hukum
Islam yaitu Al-Qur’an, Sunnah (Hadis), Ijma` dan Qiyas. Adapun pendekatan
yang digunakan atau metodologi yang di gunakan oleh MUI dalam istinbath hukum merujuk
pada tujuan hukum islam sendiri/ Maqashid Asyariah yang mendatangkan
kemaslahatan secara kolektif.

Pada dasarnya
melakukan BOM Bunuh Diri adalah boleh oleh yang bunuh diri pada dasar nya hukum
asal yang diperuntukkan bagi keadaan-keadaan perang yang korbannya dan untung
ruginya telah diperhitungkan akan menguntungkan pihak islam. Dalam beberapa
kasus bom bunuh diri secara khusus, bom bunuh diri dapat saja haram hukumnya,
semisal bila dilakukan di tempat-tempat yang justeru akan menimbulkan lebih banyak
korban muslim, atau dilakukan dengan melampaui batas sehingga mencoreng citra
islam yang konsekuensinya akan fatal terhadap perjuangan dakwah secara umum
serta berpotensi terjadinya balasan yang lebih besar di tempat-tempat minoritas
muslim yang tidak dapat kita bantu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Maktabah syamila,
hadits Muslim, IV, 2300.

Nawaf Hayl
al-Tikrury sebagaiamana dikutip oleh Imam Mustofa dalam Ijtihad Kontemporer
Menuju Fiqih Kontekstual, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada)

M.Quraish Shihab,
Tafsir al-Mishbah:pesan, kesan dan keserasian al-Qur’an, Jakarta:Lentera Hati,
2002

Zulfi Mubarok,
TAFSIR JIHAD menyingkap tabir fenomena terorisme global (Malang:IKAPI 2011),

 

James
Tumer Johnson, Perang Suci Atas Nama Tuhan dalam Tradisi Barat dan Islam. Terj.
(Bandung: Pustaka Hidayah, 2002),

 

Imam Mustofa “Bom
Bunuh diri : Antara Jihad Dan Teror (Meluruskan Pemahaman Hukum Bom Bunuh
diri)”, dalam Jurnal al-Manahij Vol V,No. 1, Januari 2011 (109-124)

Jaih Mubarok, Fiqh Siyasah; Study tentang Ijtihad dan
Fatwa Politik di Indonesia, (Pustaka
Bani Quraisy, Bandung 2005)

Ma’ruf Amin dkk,
Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sejak 1975, (Jakarta: Erlangga, 2011)

http://majelispenulis.blogspot.com/2011/02/adab-al-mizah.

htmlhttp://ahmadsudardi.blogspot.com/2013/05/larangan-membuat-takutsusah-sesama.html

Membongkar Narasi Jihad Terorisme

1 Zulfi Mubarok, TAFSIR JIHAD
menyingkap tabir fenomena terorisme global (Malang:IKAPI 2011),hlm. 213

2 Ibid,.. hlm. 5

3 https://jalandamai.org/membongkar-narasi-jihad-terorisme.html

4
http://majelispenulis.blogspot.com/2011/02/adab-al-mizah.html

5http://ahmadsudardi.blogspot.com/2013/05/larangan-membuat-takutsusah-sesama.html

6ibid

7Jaih
Mubarok, Fiqh Siyasah; Study tentang
Ijtihad dan Fatwa Politik di Indonesia, Pustaka Bani Quraisy, Bandung 2005,
hlm.142-147.

8 Ma’ruf Amin dkk, Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sejak 1975,
(Jakarta: Erlangga, 2011), h. 76.

9Muhammad bin Ahmad Abu Bakar bin Farah al-Qurthuby Abu Abdullah sebagaimana
dikutip oleh Imam Mustofa “Bom Bunuh diri : Antara Jihad Dan Teror (Meluruskan
Pemahaman Hukum Bom Bunuh diri)”, dalam Jurnal al-Manahij Vol V,No. 1, Januari
2011 (109-124), h.112.

10Nawaf Hayl al-Tikrury sebagaiamana dikutip oleh Imam Mustofa dalam Ijtihad
Kontemporer Menuju Fiqih Kontekstual, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada), h.
131.

11M.Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah:pesan, kesan dan keserasian al-Qur’an,
Jakarta:Lentera Hati, 2002

12Maktabah syamila, hadits Muslim, IV, 2300.

x

Hi!
I'm Homer!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out